Skip navigation


Larry (Clive Owen) minta maaf kepada Anna (Julia Roberts) karena telah mengencani seorang PSK selama dirinya berada di New York. Dengan mengakui kesalahannya, Larry berharap Anna akan memaafkannya. Tapi hal yang sama tak dilakukan oleh Larry ketika dirinya mengetahui jika istrinya itu ternyata juga sudah berpaling kepada lelaki lain.Larry bisa melakukan pengkhianatan, tapi pada saat yang sama ia tak menerima ketika pasangannya telah mengkhianatinya.

Larry bisa melakukan pengkhianatan, tapi pada saat yang sama ia tak menerima ketika pasangannya telah mengkhianatinya.

Sementara itu, Dan (Jude Law), kekasih gelap Anna, akhirnya mengungkapkan isi hatinya kepada Alice (Natalie Portman) bahwa Ia sebenarnya lebih mencintai Anna. Ia bisa mencintai Alice, perempuan yang selama ini dianggapnya sebaga pacar, tapi apa boleh buat hubungan mereka harus berakhir karena Dan lebih mencintai kekasih gelapnya ketimbang perempuan yang sudah menjadi pacarnya sendiri.

Dan berobsesi mewujudkan cintanya kepada Anna, perempuan yang lebih bisa memenuhi hasrat dan selera seksnya. Hal yang sama juga terjadi pada Anna. Meski ia sudah menikah dengan Larry, tapi kenikmatan bercinta ia dapatkan dari Dan.

Memang, sebenarnya Anna lebih dulu mengenal Dan. Ia baru mengenal Larry akibat ulah iseng Dan yang chatting dengan lelaki yang mengaku maniak sek. Dan tak menyadari jika keisengannya ini berakibat fatal. Ia akhirnya kehilangan cinta dari perempuan yang benar-benar dicintainya.

Untuk mewujudkan obsesi cintanya, baik Anna maupun Dan memilih meninggalkan kekasihnya masing-masing. Anna meminta cerai dari Larry. Tapi permintaan cerai tak begitu saja dituruti suaminya. Larry mengajukan syarat. Karena merasa selama ini telah ditipu, ia minta mengulang percintaannya dari awal. Ia ingin memperlakukan Anna seperti PSK yang melayani pelanggannya, dan setelah menikmati tubuh pasangan kencannya, maka Larry akan membayar upah atas servis yang telah diberikan Anna.

Setelah memenuhi persyaratan cerai dari suaminya, Anna kemudian menemui Dan. Alangkah terkejutnya Dan mengetahui jika persyaratan itu adalah dengan ritual penyerahan tubuh. Ia tak bisa menerima kenyataan ketika Anna yang sudah jatuh kepelukanya masih membagi tubuhnya kepada lelaki lain, meski pada saat itu statusnya masih sebagai suami Larry, lelaki yang membayar tubuhnya.

Dan menerima kerugian untuk yang kedua kalinya, karena harus mendapati kenyataan bahwa Alice, sang mantan pacarnya telah dikencani Larry yang sakit hati atas perlakuannya yang telah meniduri istrinya.

Menyadari tak dapat mewujudkan obsesi cintanya kepada seorang perempuan yang sudah bersuami, dan betapa terpukulnya setelah mengetahui jika mantan pacarnya telah dikencani oleh lelaki yang istrinya pernah dikencaninya, Dan akhirnya memutuskan untuk kembali membina hubungan cintanya dengan Anna.

Meski pernah dikecewakan Dan, toh Anna sebenarnya telah berniat akan menerimanya kembali. Dan sebenarnya juga akan memaafkan atas apa yang dilakukan Alice yang telah menyerahkan tubunnya selama beberapa malam kepada Larry.

Tapi pertemuan kedua pasangan yang telah sama-sama melakukan perselingkuhan dan berniat untuk saling memaafkan itu harus berakhir dengan kekecewaan. Dan yang sebenarnya tahu jika Alice telah berkencan dengan Larry, tapi karena ingin mendengar sendiri dari mulut Alice, berpura-pura seolah tidak tahu dan mencoba menanyakan hal itu kepada Alice.

Alice yang pada akhirnya tahu, jika Larry sebenarnya sudah memberikan pengakuan kepada Dan akan affairnya, merasa Dan datang tak dengan niat yang tulus. Dia tak ingin kesetiannya diuji, karena dia pun tak melakukannya kepada Dan. Alice ingin memulai hubungan dengan mengubur dan tidak membuka aib masa lalu, tapi pada akhirnya keduanya tak bisa bersama karena affair seks yang ingin ditutupnya dibongkar oleh pacarnya. Cinta akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan dan otoritas tubuh.

Kalau memang cinta, apa artinya sebuah tubuh yang telah terjamah?

Oh tidak, tubuh tetap saja penting, bahkan lebih penting dari perasaan dan ungkapan cinta itu sendiri.

****

Dari film drama percintaan “Closer” di atas, dapat diperoleh pesan bahwa cinta tak cukup hanya dengan pemenuhan perasaan. Lebih jauh dari itu, cinta ternyata juga obsesi tubuh dan seks seseorang atas pasangannya. Cinta adalah di mana seseorang akan menyerahkan hati dan juga memasrahkan segenap tubuh kepada pasangannya. Tubuh, seks adalah penyerahan akhir dari sebuah cinta.

Faktanya, kebanyakan dari kita masih sulit untuk menerima ketika pasangan kita telah menyerahkan tubuhnya kepada orang lain. Dalam cinta, setiap pasangan menginkan pasangannya tidak membagi tubuhnya kepada orang lain. Setiap pasangan menuntut keutuhan tubuh pasangannya.

Jadi, apa sebenarnya inti makna dari cinta itu? Perasaan, emosi, tubuh atau seks?

Jika memang anda tahu betapa sakitnya dikhianati oleh pasangan, mengapa anda melakukan hal serupa kepada pasangan anda. Anda sakit dan tak bisa membayangkan ketika pasangan anda menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki atau perempuan lain, tapi pada saat yang sama anda bisa membayangkan dan bahkan melakukan hal yang anda harapkan tidak dilakukan oleh pasangan anda.

Tampaklah, dalam cinta, setiap pasangan menuntut lebih dari pasangannya dan di sisi lain tidak memberikan perlakuan yang setimpal. Cinta adalah di mana ada keinginan untuk menguasai. Maka jangan harapkan ada kesetaraan dan keadilan dalam hubungan percintaan. Menuntut lebih kepada pasangan, tapi di belakang mengurangi dengan membagikan sebagaian perasaan dan tubuh kepada pasangan yang lain.

Cinta berangkat dari obsesi untuk memiliki dan berharap selanjutnya bisa menikmatinya. Melewatkan waktu bersama, membagi kesedihan dan juga kesenangan. Cinta adalah memberi dan menerima, membagi dan juga meminta jatah bagiannya.

Dalam cinta, berlaku hukum alam, bahwa setiap yang didapat pada gilirannya bisa saja akan pergi. Ada kesenangan ada kesedihan. Menyadari hal ini, seharusnya setiap pasangan bersiap diri jika suatu saat akan kehilangan suatu yang menjadi obsesi cintanya.

Jika anda tak siap, maka lebih baik tak usah melibatkan diri dalam hubungan percintaan yang menuntut untuk menguasai semua yang anda miliki. Cukuplah mencari pemenuhan hasrat dan tubuh dari pasangan yang tidak meminta tuntutan lebih dari anda dengan mencari kontrak kencan yang tak ada tanggungan setelah kontrak kencan usai.

****
Closer diangkat dari cerita yang ditulis oleh Patrick Marber. Oleh sang sutradara, Mike Nichols, cerita ini diolah menjadi sebuah tontonan yang berkelas. Plus akting para pemainnya yang cukup matang. Hubungan percintaan di sini sangat kompleks, tak sekadar ditampilkan secara hitam putih. Perselingkuhan tak semata ditempatkan sebagai dorongan seksualitas, tapi juga melibatkan psikologi setiap tokohnya yang akan mengaduk-aduk emosi penonton.

Film ini menjadi nominator Oscar dan pemenang Gloden Globe untuk kategori pemeran pendukung terbaik, yakni Natalie Portman (Alice) dan Clive Owen (Larry).

Akting Portman sebagai Alice, gadis asal Amerika yang menjadi penari striptis di London memang sangat istimewa. Lulusan Univeritas Harvard ini, sebelumnya sempat ragu dirinya akan sanggup memerankan tokoh Alice yang harus setengah bugil di depan Larry (Owen). Tapi ia percaya akan kemampuan Mike sang sutradara yang akan mengarahkannya.

Sementara itu, untuk akting aktris senior Julia Roberts dinilai sejumlah pemerhati kurang maksimal. Namun demikian, akting Julia sebagai perempuan dewasa yang dingin, profesional di bidangnya, bagi saya sudah cukup memukau. Begitu juga Jude Law yang memerankan Dan sebagai seorang penulis spesialis catatan kematian (obituari), lelaki yang bimbang, dan terkadang cengeng.

Yang bisa dikatakan berhasil barangkali Clive yang berperan sebagai seorang dokter yang maniak sek, namun tetap menampakkan kewibawannya di depan perempuan yang dicintainya. Kendatipun sebagai lelaki penjaja seks, dia menunjukkan kekukuhan sikapnya untuk memiliki perempuan yang dicintainya.

Saya sendiri sempat dibuat kesal, karena kenapa justru Larrie yang beruntung mendapatkan Anna, bukan Dan. Tapi di sisi lain, saya merasa iba kepada Alice, gadis muda yang mencintai Dan namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Juga Anna yang pada akhirnya harus mempertahankan keutuhan keluarganya bersama lelaki yang sebenarnya tak begitu dicintainya.

Barangkali begitulah hukum dalam hubungan percintaan bahwa cinta tak harus mendapatkan pemenuhan. Hubungan cinta yang terbentuk pada akhirnya adalah sebuah proses kompromi, yang masing-masing pihak tak bisa menuntut kepuasan dari pasangannya, tak bisa mempertahankan obsesi dan egoisme cintanya. Salah satu, atau keduanya harus ada yang mau mengalah demi mempertahankan keutuhan cinta.

Meski Closer sudah cukup lama dirilis, tapi kekuatan cerita dan kematangan penggarapan film ini layak untuk ditonton kapanpun. Film drama percintaan ini masih merepresentasikan wacana hubungan percintaan dewasa ini.

*terima kasih untuk kawan pejalansesat, yang telah mereferensikan film ini untuk membuka wacana percintaan saya yang masih amat konvesional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: