Skip navigation


Kuliah sambil kerja bukan hal baru lagi di kalangan mahasiswa. Beragam alasan melatarbelakanginya. Dari yang cuma iseng, sampai karena faktor ekonomi.

Saya beruntung kuliah di jurusan Sastra Inggris. Di sela-sela waktu luang, saya dapat bekerja sambilan menerjemahkan tugas teman dari jurusan ataupun fakultas lain. Saya tak sendirian, banyak teman lain yang juga menekuni kerjaan serupa. Ada pula yang mengajar les privat Bahasa Inggris.

Dari pekerjaan sambilan ini, penghasilan yang diperoleh bisa untuk menambah uang jajan. Bahkan, ada yang digunakan untuk membiayai kuliahnya dari pekerjaannya ini.

Ada kebanggaan ketika mahasiswa bisa mencari duit sendiri. Setidaknya bisa mengurangi beban orang tua. Terutama bagi yang punya masalah ekonomi. Pekerjaan apapun tak jadi soal, yang penting halal. Jangan sampai karena kepepet, membuat kita nekat. Seperti yang dilakukan oleh sebagian mahasiswa yang mencari penghasilan dengan mengedarkan narkoba, atau (maaf) sampai menjual kehormatannya.

Dari sekian kawan yang saya temui, rata-rata bekeja karena dorongan ekonomi. Namun ada yang punya alasan menarik. Kawan yang satu ini rela menanggalkan status keluarganya, yang terbilang berkecukupan, karena keinginannya untuk berlatih mandiri dan mencari pengalaman.

Apapun alasannya, selama pekerjaan itu ditekuni dengan baik, mahasiswa bisa mendapat pelajaran dari pekerjaannya. Kenapa pengalaman seperti ini penting bagi mahasiswa, apakah yang disampaikan dosen di kampus belum cukup? Alasannya sederhana, tidak semua pengetahuan diajarkan di bangku kuliah, sehingga mahasiswa perlu mencarinya sendiri dari dunia luar, diantaranya dengan bekerja.

Lulus cepat bukan jaminan untuk mendapatkan pekerjaan ketika mahasiswa belum punya cukup kompetensi. Kecuali bila pekerjaan sudah dijamin oleh orang tua. Idealnya, lulus tidak telat pengalaman juga dapat. Oleh karena itu, mumpung masih kuliah, cari pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan menutup diri dari pergaulan, bangun jaringan dengan teman-teman di kampus. Siapa tahu dari mereka terbuka akses pekerjaan.

Ada banyak lahan untuk menempa diri selain dengan dengan bekerja. Diantaranya dengan melibatkan diri dalam kegiatan kemahasiswaan. Mahasiswa dapat bergabung dengan organisasi kemahasiswaan, baik intra maupun ekstra kampus, yang sesuai dengan minat dan keahliannya. Syukur-syukur dari sini bisa menunjang pekerjaannya kelak.

Tapi perlu diwaspadai, pekerjaan bisa membuat mahasiswa lalai akan tugas utamanya, yakni belajar. Karena merasa sudah bisa mencari duit sendiri, kemudian ia menyepelekan kuliah. Kuliah dikerjakan sambil lalu karena dianggap tak terlalu penting. Asal bisa lulus dan dapat ijazah, sudah cukup.

Cara pandang seperti itu sebaiknya harus segera ditinggalkan. Bekerja penting untuk menyambung biaya kuliah bagi yang masih kekurangan. Bekerja juga penting untuk menambah pengalaman dan mematangkan diri sebelum masuk ke persaingan dunia kerja yang sebenarnya. Tapi ingat, kuliah tetap yang utama.

Namanya juga bekerja sambil kuliah. Jangan dibalik menjadi bekerja sambil kuliah karena kuliah akan dijadikan sebagai prioritas kedua setelah bekerja. Di sini mahasiswa harus pintar-pintar bagi waktu agar bisa bekerja tapi tidak mengganggu kuliah.

Agar keduanya bisa berjalan seimbang, perlu disiapkan strategi. Bagi mahasiswa semester awal, sebaiknya jangan mengambil pekerjaan yang menyita banyak waktu. Baiknya memang konsen kuliah saja dulu karena jadwal kuliah masih padat. Kalau kepepet karena butuh dana, cari pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan paroh waktu. Baru setelah jam kuliah mulai luang, silakan kalau mau menekuni kerja, atau lebih serius magang ke instansi atau perusahaan yang tidak jauh dari gambaran profesinya.

Syukur, ketika jam kuliah mulai cukup luang, saya sekarang bisa mencicil magang kerja sambil menyelesaikan studi. Ini juga tak lepas dari aktivitas di organisasi mahasiswa yang saya tekuni selama ini. Keduanya, bekerja dan aktif di kegiatan kemahasiswaan, sangat berguna. Dari sana kita bisa mendapat banyak pelajaran berharga yang tidak diajarkan di bangku perkuliahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: