Monthly Archives: May 2007

[Catatan: Tulisan di bawah ini adalah tanggapan Jarar Siahaan, pendiri blog berita BatakNews atas blog FPI Online. Selama beberapa kali saya menggapi email Radityo Djajoeri; pemilik blog Mediacare, Indonebia dan FPI Online, saya menembuskan email saya ke bung Jarar. Jarar adalah seorang jurnalis yang idealis, menurut saya. Dia berani mengambil sebuah keputusan "berani", menanggalkan pekerjaan mapan sebagai redaktur di sebuah media terkemuka dan memutuskan menjadi blogger jurnalis BatakNews. Dia menilai pemilik media tak menggaji wartawannya dengan layak namun memberikan aturan wartawan tak boleh menerima amplop. Sementara para bos itu menerima "suap" dari rekanan usaha. Saya pernah menulis review blognya di sini. Berikut ini adalah isi emailnya yang dia kirim kepada saya.]

Aku belum bisa berkomentar spesifik pada kasus blog FPI, karena aku tidak pernah membaca blog itu — sekali pun tidak pernah, bahkan setelah engkau memberitahukannya padaku lewat tembusan imelmu. Read More »

Front Pembela Islam (FPI) tampaknya mulai menyadari peran weblog sebagai media yang efektif untuk memuluskan perjuangannya menegakkan syariat Islam di Indonesia. Barangkali, oleh karena itulah mereka membuat blog http://fpi-online.blogspot.com. Blog ini berisi berita seputar kegiatan FPI yang sebelumnya pernah dimuat di media lokal maupun mancanegara.

Tapi sebentar dulu, benarkah blog http://fpi-online.blogspot.com dibuat oleh anggota FPI atau simpatisannya. Bisa jadi malah sebaliknya, blog itu dibuat oleh oknum yang tidak senang terhadap FPI. Siapa tahu blog itu justru diniatkan untuk menyebarkan black campaign, untuk menjatuhkan nama FPI. Who knows?

Untuk mengetahui apakah blog FPI Online dibuat untuk mendukung aktivitas FPI atau malah sebaliknya, dibuat untuk menyebarkan black campaign, misalnya, simak penuturan beberapa sumber berikut ini.

“Saya tidak tahu pasti blog itu benar-benar milik FPI. Kesan yang saya dapatkan setelah berkunjung ke sana adalah, blog ini justru dibikin untuk memperolok FPI. Dari kalimat deskripsinya, sidebarnya, foto-fotonya, terlebih lagi footernya (arabia – apa pula itu?!) semuanya terkesan menjelek-jelekkan FPI. Mirip Roy Suryo Watch,” tulis Ikram Putra di milis jurnalisme-sastrawi. Read More »