Skip navigation


Namanya Istianah. Perempuan berjilbab itu berasal dari Cepu, sebuah kota kecil di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ibu empat putri dan istri dari Ashari ini telah menetap di Semarang sejak tahun 2004. Kini namanya sudah dikenal luas. Ratu Susuk Selebriti Dr Hc Jeng Isti Ashari adalah gelar barunya.

Tiap hari ada saja orang yang datang ke rumahnya di Perum Sambungharjo Permai Blok E 8 Jalan Wolter Mongonsidi Bangetayu, Genuk, Semarang. Mereka meminta bantuan Jeng Isti mulai dari urusan karir, jodoh, ruwatan, kenakalan anak, pasangan suami-istri yang bermasalah, hingga atlit yang ingin menambah staminanya.

“Alhamdulilah, dari sekian orang yang datang ke sini hampir semuanya berniat baik. Perbandingannya, kalau ada 100 orang, paling cuma dua orang yang mohon maaf, misalnya PSK,” katanya.

Jeng Isti, biasa ia disebut, sadar jika profesinya sebagai Ratu Susuk akan dipandang negatif oleh masyarakat. Pandangan ini muncul karena adanya kepercayaan bahwa memasang susuk adalah perbuatan syirik yang dilarang agama. Atau anggapan lainnya, misalnya, orang yang memasang susuk akan kesulitan ketika akan mati.

Jeng Isti tak serta merta menampik anggapan yang hingga kini masih tumbuh subur di masyarakat itu. Bahkan ia membenarkannya. Namun tentu saja dengan catatan, ketika cara-cara yang digunakan bukan melalui pendekatan dengan sang pencipta, maka memasang susuk menjadi perbuatan syirik.

“Ilmu yang saya gunakan bersumber dari ilmu putih. Saya nggak pakai jin. Saya murni melalui pendekatan dengan Yang di Atas. Makanya saya berani tampil di media cetak maupun elektronik,” ucapnya yakin.

Memang benar, belakangan ini Jeng Isti tampil di sejumlah stasiun radio di Semarang. Salah satunya di radio Gajahmada FM. Tiap Senin sore pukul 18.00-19.00 WIB ia juga tampil secara live di stasiun televisi lokal Cakra TV. Di sini pemirsa bisa berinteraksi lewat telepon dan bertanya langsung dengan Jeng Isti.

Menurutnya, memasang susuk sebenarnya tak dilarang agama. Dalam Islam dikenal ilmu hikmah atau metafisika ghaib. Ilmu ini digunakan untuk tujuan kebaikan. Ia belajar dari kakak-kakaknya di Cepu. “Kami enam bersaudara suka mempelajari ilmu ini. Kakak-kakak saya di cepu juga buka praktek,” akunya.

Jeng Isti kemudian menjelaskan cara kerjanya. Mula-mula ia menanyakan kepada orang yang bersangkutan akan digunakan untuk apa susuk itu. Selama untuk tujuan kebaikan, ia tidak keberatan. Misalnya, orang yang ingin karirnya sukses, dihormati bawahannya, atau disayangi atasan; untuk mengembalikan pasangan suami istri yang selingkuh; ingin dipermudah segala urusan; ingin dipermudah mendapatkan jodoh; mengatasi kenalan remaja, dan lain-lainnya.

Belum lama ini seorang pengusaha dari Jepara datang kepadanya. Ia meminta Jeng Isti membantu untuk mengurus perijinan usaha. “Saya bisa membantu mempermudah urusannya. Misalnya, agar biaya bisa ditekan seminimal mungkin, tidak dipersulit birokrasi. Dengan susuk ini orang yang semula berniat jahat kepadanya, menjadi diurungkan.”

Sebaliknya, ia tidak segan-segan menolak jika dari awal susuk itu akan digunakan untuk niat yang tidak baik. “Sesuatu yang tidak diperbolehkan olah agama atau yang melanggar norma-norma di masyarakat, saya nggak mau. Misalnya suami yang jelas-jelas telah memiliki istri, tapi dia ingin kawin lagi, saya tidak akan melayani.”

Lalu bagaimana jika ternyata susuk itu tidak digunakan untuk tujuan kebaikan, misalnya untuk niat jahat tertentu?

“Dalam Islam tidak ada dosa turunan. Seorang penjual bebas menjual pisau meski pisau itu di belakang ternyata digunakan untuk membunuh. Saya pun demikian. Saya menawarkan susuk ini untuk kebaikan. Jika kemudian ternyata disalahgunakan, ini bukan keinginan saya,” terang Jeng Isti.

Uniknya lagi, susuk Jeng Isti ini berupa layanan siap pakai. Pasien tak perlu melakukan ritual tertentu, seperti puasa, atau pun ritual lainnya. Ia tinggal membeli maharnya dan terima jadi. Semua ritual dijalankan oleh Jeng Isti. “Insya Alloh saya akan bangun setiap malam memohonkan kepada yang di atas. Semua urusan pasien, saya yang akan menanggung.”

Karena berupa layanan siap pakai, Jeng Isti juga menerima jasa pasang susuk jarak jauh. Pasien tinggal menghubunginya lewat telepon, mahar akan dikirim ke alamat tujuan. Urusan beres!

Jeng Isti memasang susuk di bagian leher ke atas. Khusus untuk atlit yang ingin menambah daya stamina, susuk dipasang di bagian leher ke bawah.

Ada beberapa macam susuk yang ditawarkan oleh Jeng Isti. Media susuk atau mustika yang dia gunakan adalah sumber lilin, emas, intan dan berlian. Dari sekian ini, yang paling ampuh adalah susuk sumber lilin. Media yang satu ini diakuinya mempunyai daya magis yang luar biasa untuk kecantikan atau ketampanan, wibawa, awet muda, pengasihan, rejeki melimpah, sukses karir dan daya tarik yang menakjubkan. Namun demikian, beberapa media yang disebutkan itu memiliki kegunaannya masing-masing.

Tarif mahar untuk tiap jenis susuk beragam. Susuk Srikandi yang berfungsi untuk membangkitkan kecantikan atau ketampanan dan inner beauty serta mempermudah jodoh dihargai Rp 300.000. Susuk Selebriti yang merupakan susuk pengasihan tingkat tinggi dihargai dari Rp 500.000 – Rp 600.000. Susuk Samber Lilin yang disebutkan di atas itu dihargai Rp 2 juta.

Bagi yang ingin khasiat lebih, Jeng Isti menawarkan kelas VIP. Tentu saja untuk kelas ini tarifnya lebih mahal. Susuk jenis Supersport yang digunakan untuk para atlit sebagai media penambah stamina dan daya tanding yang tak terkalahkan, tarifnya mencapai Rp 7,5 juta. Sementara jenis yang sama untuk mahar tingkat I tarif yang dipatok cuma Rp 500 ribu.

Namun demikian, anda tak perlu khawatir. Jeng Isti melayani semua kalangan, dari kalangan bawah sampai kalangan elit. Dari orang biasa sampai pejabat. Dan tidak terbatas oleh suku ras maupun agama.

“Semua jenis media baik berupa susuk maupun mustika, tergantung pada ahli metafisikanya. Bersumber darimana ilmu itu didapatkan. Keberhasilan ilmu putih banyak ditentukan oleh kedekatan pada Yang di Atas,” jelas Jeng Isti.

Menutup pembicaraan, Jeng Isti berpesan, apapun masalah yang dihadapi oleh manusia kuncinya berusaha dan optimis dan bersyukur atas apapun yang telah diberikan tuhan kepada kita.****

*Tulisan ini dimuat di rubrik alternatif suaramerdeka.com

About these ads

3 Comments

  1. Ternyata memang dari dulu kita suka budaya instan.

  2. saya di surabaya, no hp saya 0812 301 5372, tolong sms kan no hp dan no rmh ibu isti ashari, karena saya membutuhkan pertolongan beliau, terima kasih :)

  3. NAMA SAYA SYSIL ASAL DARI BLORA N SAKARNG TGL JKT.TLONG KIRIMIN ALAMAT LENGKAP JENG ISTI DAN NO TLP YG BISA SAYA HUBUNGI. NO SAYA.085228567820.
    MKSH.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: